Kami bersama TNI dan seluruh stakeholder terkait berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar arus mudik maupun arus balik dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” ujar Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto SH SIK MH.
Kapolres juga menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Selama pelaksanaan operasi tersebut, Polres OKI akan mengerahkan personel di berbagai titik strategis guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Dalam Operasi Ketupat Musi 2026 ini, Polres OKI menyiapkan dua pos pengamanan yaitu Pos Pelayanan Kayuagung dan Pos Pengamanan Lempuing. Sebanyak 187 personel gabungan dilibatkan dalam operasi ini untuk memberikan pelayanan serta pengamanan maksimal kepada masyarakat, yang terdiri dari Polri 155 personil, TNI 8 personil, Dishub 8 personil, Sat pol PP, Dinkes, Senkom dan BPBD masing masing 4 personil ” jelas Kapolres.
Menurut Kapolres, keberadaan pos pelayanan dan pos pengamanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik, baik dalam hal informasi, pelayanan kesehatan, maupun penanganan situasi darurat di jalur lalu lintas.
Selain fokus pada pengamanan lalu lintas, Operasi Ketupat Musi juga menitikberatkan pada pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, terminal, serta lokasi wisata yang diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran. Kehadiran pihak PT Hutama Karya dan PT Waskita sebagai pengelola infrastruktur jalan tol juga menjadi bagian penting.













