Dalam surat tersebut, LSM-NE merinci sejumlah kegiatan yang diduga perlu diaudit secara khusus, di antaranya:
– Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah dengan total anggaran sekitar Rp457 juta.
– Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler sekitar Rp157 juta.
– Pengembangan perpustakaan dengan nilai sekitar Rp239 juta.
– Administrasi kegiatan sekolah sekitar Rp62 juta.
Pembayaran honorarium sekitar Rp76 juta.
Penerimaan siswa baru sekitar Rp6,7 juta.
Langganan daya dan jasa sekitar Rp11,7 juta.













