Lebih jauh, Pasiter mendorong agar kegiatan siskamling bisa mengikuti perkembangan teknologi tanpa meninggalkan tradisi. “Ke depan, sistem keamanan bisa diperkuat dengan dukungan digital, misalnya tombol darurat yang langsung terhubung ke pemadam kebakaran atau kepolisian. Namun budaya kentongan dan ronda tetap harus dijaga,” jelasnya.
Pasiter juga mengingatkan pentingnya sinergi semua pihak. “Stabilitas keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi kita semua. Mari wujudkan kebersamaan melalui rembuk di tingkat poskamling maupun kecamatan, agar warga tidak merasa sendirian dalam menjaga lingkungannya,” pungkasnya. (budi)













