POLRI  

Menjaga Denyut Pasar, Menyambut Ramadhan: Strategi Humanis Subsatgas Binmas Ops Pekat Musi 2026

Langkah ini mencerminkan paradigma keamanan modern—mencegah lebih utama daripada menindak.

Selain menyasar pedagang, Subsatgas Binmas juga berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ormas. Pendekatan ini memperkuat jejaring sosial pengamanan. Sebab stabilitas kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab kolektif.

Pesan yang dibangun jelas: menjelang Ramadhan, semua elemen harus menjadi bagian dari solusi.

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, SH, SIK, MH melalui Kasat Binmas AKP Amri Syafrin menegaskan bahwa kegiatan preventif seperti ini adalah strategi utama dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Menjelang Bulan Suci Ramadhan, kami mengedepankan langkah preventif dan edukatif. Kami tidak ingin hanya hadir saat terjadi pelanggaran, tetapi hadir untuk mencegah potensi gangguan sejak dini. Peran pedagang, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ormas sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolres melalui Kasat Binmas.

Baca Juga :  Wakapolri Memimpin Bazar Murah dan Baksos Presisi di Lapangan Bhayangkara