Deru juga meminta dilakukan pendataan jumlah petambak dan luas lahan sebagai dasar perencanaan kebutuhan listrik. Selain itu, pembinaan teknis serta pengawasan mutu produksi dinilai penting untuk menjaga kualitas udang agar tetap berdaya saing di pasar ekspor.
Bupati OKI, Muchendi, mengatakan kawasan tambak tersebut merupakan sisa aset PT Wahyuni Mandira yang kini dikelola masyarakat. Karena itu, dukungan infrastruktur dasar, terutama listrik, menjadi kebutuhan mendesak.
“Listrik yang andal dan peningkatan infrastruktur sangat dibutuhkan petambak untuk meningkatkan hasil produksi,” ujar Muchendi.
Ia menambahkan, sejumlah wilayah pesisir di OKI seperti Tulung Selapan, Cengal, dan Sungai Menang masih menghadapi keterbatasan daya serta persoalan tegangan rendah. Bahkan, terdapat jaringan dan tiang listrik yang telah terpasang tetapi belum dialiri listrik.
“Kami berharap ada solusi konkret dari PLN agar potensi pesisir bisa berkembang optimal,” katanya.













