POLRI  

Densus 88 Ingatkan Generasi Muda Bekasi, Cegah Media Sosial Jadi Pintu Radikalisme

 

Bekasi, Sumsel9.com — Densus 88 Antiteror Polri bersinergi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) kepada generasi muda di wilayah Jawa Barat. Kegiatan yang mengusung tema “Moderasi Beragama dan Kearifan Lokal Sunda sebagai Benteng Anti Ekstremisme” tersebut dilaksanakan pada Kamis (5/3/2026) di Gedung Serbaguna Bellavista, Kota Bekasi.

Sebanyak 300 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari organisasi kepemudaan, Karang Taruna, tokoh pemuda, perwakilan RT/RW, serta masyarakat Kota Bekasi. Acara menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof. Muradi (Guru Besar Universitas Padjadjaran), Prof. Cecep Darmawan (Guru Besar UPI), Kompol Teguh Prakosa dari Satgaswil DKI Jakarta Densus 88 AT, serta Kompol Heru Fahrian Ardi selaku Wakasat Intelkam Polres Metro Bekasi Kota.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Pimpinan III DPRD Kota Bekasi Puspa Yani, S.Pd, Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah Kesbangpol Jawa Barat H. Khoirul Naim, S.K.M., M.Epid, serta Analis Kebijakan Kesbangpol Jawa Barat Eli Komalasari, S.Sos.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Kewaspadaan Daerah Kesbangpol Jawa Barat H. Khoirul Naim menegaskan bahwa keberagaman di Jawa Barat merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama. Ia mengingatkan generasi muda agar lebih bijak dalam menyikapi arus informasi, terutama di media sosial.

“Generasi muda harus kritis dan tidak mudah terpengaruh propaganda atau narasi yang menyesatkan di ruang digital. Kasus anak-anak yang terpapar paham ekstrem seperti TCC harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Polda Sumsel Gelar Tes Penelusuran Mental Kepribadian (PMK)