“Kami berharap para pedagang terus mempertahankan praktik penjualan yang baik dengan tidak menggunakan bahan berbahaya, sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemeriksaan dan koordinator substansi pemeriksaan, Aquina Leonora, S.Si., Apt menjelaskan bahwa penggunaan mobil laboratorium keliling memungkinkan petugas melakukan pemeriksaan secara langsung di lapangan dengan hasil yang cepat.
“Mobil laboratorium keliling ini dilengkapi peralatan uji cepat untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan kuning metanil pada pangan,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan pengawasan pangan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada momen meningkatnya konsumsi masyarakat seperti bulan Ramadan.













