Menurutnya, prajurit TNI harus mampu memanfaatkan media sosial secara positif dan produktif. Ia mendorong anggota untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana kegiatan yang bermanfaat, seperti berbisnis atau menjadi reseller berbagai produk.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang baik. Banyak peluang usaha yang bisa dimanfaatkan, misalnya menjadi reseller atau kegiatan positif lain yang memberikan manfaat,” ujarnya.
Selain itu, Danrem juga menyoroti persoalan rumah tangga yang kerap bermula dari interaksi di media sosial. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari berbagai satuan di wilayah Korem, sejumlah kasus perselingkuhan hingga konflik keluarga sering kali berawal dari komunikasi di dunia maya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga di tengah tuntutan tugas sebagai prajurit. Menurutnya, komunikasi yang baik antara suami dan istri menjadi kunci agar keluarga tetap harmonis meskipun prajurit memiliki kesibukan dinas yang tinggi.
Sebagai bentuk pengawasan, pihak Korem juga telah melakukan langkah tegas dengan melakukan pemeriksaan terhadap telepon genggam prajurit.













