Ia menjelaskan, personel kepolisian tetap disiagakan di lapangan guna mengamankan aktivitas masyarakat pasca-Lebaran, termasuk mengantisipasi potensi puncak arus balik kedua yang diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2026.
“Seluruh personel masih berada di lapangan untuk mengamankan arus balik. Aktivitas masyarakat di daerah masih tinggi dan berpotensi memicu puncak arus balik susulan,” jelasnya.
Irjen Agus juga menyampaikan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 secara resmi telah ditutup. Namun, pengamanan tetap dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026.













