Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk kembali merefleksikan semangat persatuan bangsa sebagaimana lahirnya Boedi Oetomo pada 1908. Semangat itu dinilai tetap relevan di tengah perubahan zaman, terutama ketika tantangan bangsa kini bergerak menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, disebut mencerminkan pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa. Pemerintah, melalui berbagai program strategis nasional, disebut terus mendorong penguatan sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, hingga perlindungan anak di ruang digital.
Dalam amanat itu juga ditegaskan pentingnya meningkatkan literasi digital dan solidaritas sosial di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Seluruh elemen bangsa diajak menjaga persatuan dan bersama-sama mendukung arah pembangunan nasional.













