Danramil 402-08/Pampangan Lettu Arm Zolimin mengatakan, personel di lapangan terus berupaya melakukan pemadaman secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi medan.
“Kami bersama personel BKO Yonif TP 949 terus berupaya melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Kondisi medan gambut yang dalam dan sulit dilalui kendaraan menjadi salah satu kendala utama dalam menjangkau titik api,” ujar Lettu Inf Zolimin.
Menurutnya, dengan kondisi lahan seperti itu, proses pemadaman membutuhkan waktu dan kesabaran. Personel juga terus melakukan pemantauan agar api tidak kembali meluas ke area lainnya.
“Kemampuan pemadaman saat ini sekitar dua hektare per hari. Untuk titik-titik yang berada jauh di dalam hutan gambut dan tidak bisa dijangkau melalui jalur darat, tentunya diperlukan dukungan water bombing agar penanganan dapat dilakukan lebih maksimal,” jelasnya.







