Dalam sehari, tim diperkirakan hanya mampu melakukan pemadaman sekitar 2 hektare. Untuk menjangkau titik api yang berada jauh di dalam kawasan gambut, diperlukan dukungan helikopter water bombing (WB) guna membantu penyiraman dari udara.
Sebanyak 11 personel TNI terlibat langsung dalam kegiatan pemadaman, terdiri dari personel Koramil 402-08/Pampangan dan personel BKO Yonif TP 949.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari 24 personel Manggala Agni dan dua personel Kepolisian. Dalam pelaksanaan di lapangan, tim menggunakan mobil pemadam kebakaran Mitsubishi Fuso Canter Euro 4, sepeda motor Verza, serta dua unit mesin pompa air milik Manggala Agni.
Danramil 402-08/Pampangan Lettu Arm Zolimin menegaskan bahwa personel bersama unsur Satgas Karhutla akan terus melakukan upaya pemadaman dan pemantauan di lokasi, meskipun menghadapi medan gambut yang cukup berat.







