Tim gabungan kemudian melaksanakan pemadaman dan pendinginan menggunakan 1 unit mobil tangki air, dengan sumber air berasal dari kanal di sekitar lokasi. Hingga pelaksanaan kegiatan, api masih belum sepenuhnya padam sehingga personel tetap melaksanakan pemantauan dan penanganan di lokasi.
Adapun lokasi kebakaran berada pada koordinat S 3°19’06,7″ dan E 105°17’58,8″. Jenis tanah di lokasi merupakan tanah mineral, sementara penyebab kebakaran hingga saat ini masih belum diketahui.
Selain melaksanakan pemadaman, personel gabungan juga melaksanakan patroli darat di wilayah rawan Karhutla, verifikasi dan monitoring titik panas, pendinginan lokasi terdampak serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk kesigapan TNI bersama unsur terkait dalam menangani Karhutla sekaligus mencegah meluasnya kebakaran yang dapat mengancam lingkungan maupun permukiman masyarakat.







