Usai teriakan tersebut, kedua kelompok pelajar itu bentrok.
Mereka saling serang menggunakan senjata tajam yang mereka bawa.
“Bawa senjata dua-duanya. Ada yang bawa pedang, golok, bambu, segala macam,” ucap Iwan.
Tawuran itu akhirnya selesai setelah warga yang geram, melerai kedua kelompok.
“Warga membubarkan dibantu oleh Pokdar (Pokja Pengamanan dan Ketertiban Masyarakat). Dari awal datang sampai korban dibawa ke klinik, ada kurang lebih satu jam (tawuran terjadi),” jelas Iwan.