“Saya sudah berpesan, kalau butuh untuk sekolah dan makan jangan takut untuk telepon. Agar saya bisa langsung mengirim apa yang dibutuhkan, baik itu uang dan sembako,” ungkap Askolani.
Sedangkan Netta Indian, mengungkapkan merasa sangat sedih mendengar cerita Widia. Terlebih, ia yang juga seorang ibu terketuk hati untuk bisa membantu Widia.
“Anak tangguh dan hebat. Mau merawat ayahnya yang sakit, tetapi tetap mau sekolah agar bisa mencapai cita-citanya,” kata Netta Singkat. (Taufik)













