“Pilkada Serentak 2024 ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, dan potensi konfliknya sangat tinggi. Sebab, yang berhadapan-hadapan adalah tokoh-tokoh besar tingkat daerah, yang sering kali memicu ketegangan dan anarkisme. Polarisasi yang tajam tentu akan meningkatkan risiko konflik sosial,” ungkap Kapolri Sabtu (9/11/2024).
Kapolri menyatakan, meskipun potensi konflik sangat besar, Polri akan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugasnya.
“Kami selalu mengutamakan pendekatan yang humanis dan merangkul masyarakat. Namun, jika situasi sudah mengarah pada tindakan anarkis atau melanggar hukum, Polri harus bertindak tegas sesuai dengan kewenangannya,” tegas Kapolri
Polri, kata Jenderal Sigit, siap mengambil langkah tegas jika ditemukan tindakan yang membahayakan keamanan dan ketertiban. Meskipun demikian, Polri tetap berkomitmen untuk menghindari pelanggaran hak asasi manusia (HAM), dan akan bertindak berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.













