MUBA  

Mengenal KTNA: Sejarah Singkat dan Peran Strategisnya dalam Pembangunan Pertanian Indonesia

banner"400x100"title"400x100"

KTNA memiliki struktur organisasi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Keanggotaan KTNA bersifat sukarela dan terdiri dari petani-nelayan yang aktif, inovatif, dan memiliki pengaruh positif di wilayahnya. Mereka sering disebut sebagai “andalan”, karena dianggap mampu menjadi teladan bagi sesama petani-nelayan.

Peran Strategis KTNA

1. Mitra Pemerintah dalam Penyuluhan Pertanian
KTNA berfungsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan program-program pembangunan pertanian dan perikanan. Melalui berbagai forum, seperti temu karya dan pekan nasional (PENAS), KTNA menjadi media komunikasi dua arah antara petani-nelayan dan pemerintah.

2. Peningkatan Kapasitas Petani dan Nelayan
KTNA aktif dalam pelatihan, bimbingan teknis, dan penyuluhan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani-nelayan, termasuk dalam hal pertanian ramah lingkungan, agribisnis, dan teknologi pertanian terbaru.

3. Advokasi dan Aspirasi Petani-Nelayan
KTNA menyuarakan berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi petani-nelayan kepada pengambil kebijakan. Misalnya, soal subsidi pupuk, harga hasil panen, hingga akses terhadap kredit usaha tani.

4. Mendorong Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Lokal
Dengan basis massa yang kuat di desa-desa, KTNA berperan sebagai motor penggerak ketahanan pangan lokal. Banyak program ketahanan pangan desa yang sukses berkat sinergi antara pemerintah dan KTNA.

Baca Juga :  Wabup Rohman : 1 Muharram Moment refleksi dan memperbaiki Diri