Sebanyak 302 calon PMI mengikuti sosialisasi tersebut. Peserta terbagi ke dalam tiga kelas berdasarkan negara tujuan: Kelas A sebanyak 134 orang yang akan diberangkatkan ke Taiwan; Kelas B sebanyak 31 orang tujuan Singapura dan Taiwan; serta Kelas C sebanyak 137 orang tujuan Malaysia, Hongkong, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Slovakia, Singapura, Kuwait, Turki, Brunei, dan Taiwan.
Tim dari DITCEGAH KERMA memberikan materi terkait pencegahan ideologi radikal, intoleran, dan ekstrem (IRET), serta memperkenalkan konsep vaksinasi ideologis untuk memperkuat daya tangkal para PMI sebelum mereka berangkat ke luar negeri.
Selain itu, peserta juga dibekali dengan contoh kasus nyata pekerja migran yang terpapar jaringan radikal agar mereka dapat mengenali pola perekrutan yang biasa dilakukan, termasuk melalui media sosial dan komunitas informal di negara tujuan.