Selama pelatihan, warga binaan akan mempelajari berbagai jenis makanan bernilai jual tinggi, seperti puding sutra, lemper, bolu pisang, pempek rebus beserta cuko, ketan hitam lumer, stik bawang, srikaya, dan kue gandus. Ragam menu ini dipilih untuk mendukung kemampuan praktek sekaligus membuka peluang usaha mandiri.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya Lapas Tanjung Raja mendukung pengembangan UMKM binaan, khususnya pada sektor kuliner yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan warga binaan.
Pelatihan direncanakan berlangsung selama satu minggu dengan kombinasi teori dan praktik langsung. Dengan kegiatan ini, Lapas Tanjung Raja berharap warga binaan semakin terampil, produktif, dan siap bersaing ketika kembali ke masyarakat. (forjubes)














