banner"970x150"title"970x150" banner"970x150"title"970x150"
BISNIS  

Dongkrak Ekonomi Masyarakat Desa Tangkit, Sulap Lahan Gambut Menajadi Kebun Nanas, Menghasilan Ratusan Ribu Setiap Hari

Inspirasi untuk masyarakat OKI yang lahan gambutnya terluas di Sumatera Selatan

banner"400x100"title"400x100"

Rahman menceritakan, terbentuk Tangkit sebagai desa penghasil nanas karena faktor ketidaksengajaan.” By accident.”kata Rahman.

Lokasi desa ini di tahun 70 an kata Rahman merupakan lahan gambut digenangi air. “Kalau bahasa kami kawasan ini adalah lahan payau atau danau.”jelasnya.

Masyarakat beraktifitas bisa menggunakan perahu melewati lahan ini. “Oleh orang pendatang dari Sulawesi, lokasi ini dibuatlah parit sebanyak 10 parit masing-masing setiap perit berjarak 50 meter.”ujarnya.

Dengan adanya parit kata Rahman, air di lahan tersebut bisa dikeringkan. ” Semula masyarakat nanam padi, namun gagal karena tidak berbulir, tanam kepala hasilnya tak maksimal sering busuk pucuk, hingga akhirnya ditanam singkong. Dan Alhamdulillah cukup berhasil.”terangnya.

Seiring waktu kata Rahman, oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Tangkit mengambil bibit nanas dari warga desa tetangga yng ditanam di pekarangan rumah. “Dari bibit itu ditanam lah di pekarangan rumah. Dan ternyata berbuah, hingga semua masyarakat menanam nanas di setiap rumahnya, dan jadilah Desa Tangkit sebagai desa penghasil nanas seperti sekarang ini.

Dikatakan Rahman, hamparan tanaman nanas yang luas ini berasal dari satu bibit yang dulunya diambil oleh masyarakat yang ditanam di pekarangan rumah.” Jadi tidak ada bibit dari pemerintah atau bibit beli.”aku Rahman.

Tidak banyak teknis atau teori yang ditetapkan petani nanas di desa ini. Proses penanaman masih sederhana. “Tinggal tanam saja, paling tiga kali atau dua kali kita lakukan penyiangan untuk penjarangan tanaman dengan menggunakan parang.”jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab OKI Bagikan 1.500 Bendera Merah Putih