“Kita harus bekerja lebih cerdas dan kreatif. Fokus kita jelas: program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Ia meminta para pejabat baru menjaga profesionalitas, menghadirkan kepemimpinan visioner, serta membangun budaya kerja yang disiplin dan responsif.
“Pastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat optimal. Hadirkan inovasi pelayanan sehingga pemerintah benar-benar hadir di tengah warga,” ucapnya.
Sementara itu kepala BPKAD Farlidena Burliat. SE. MM. Mengatakan ditahun 2026 kabupaten OKI mempunyai tantangan cukup besar diama pemberlakuan efisiensi yang di canangkan oleh presiden Republik Indonesua Prabowo Subianto.
BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten OKI mendorong efisiensi anggaran melalui berbagai kebijakan, seperti mengeluarkan instruksi untuk mengurangi belanja pada instrumen tertentu, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya agar setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan hasil yang maksimal.














