Meski kini telah resmi menduduki posisi Pj Sekda, Dicky mengaku belum memikirkan peluang untuk menjadi pejabat definitif.
“Prioritas saya adalah bekerja sebagai pembantu bupati. Soal jabatan definitif, kita lihat nanti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” kata Dicky.
Sementara itu, Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, dalam arahannya menegaskan pentingnya keberadaan Sekda sebagai motor penggerak birokrasi daerah. Menurutnya, jabatan tersebut harus diisi oleh sosok yang mampu menjaga kesinambungan administrasi pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pelantikan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan Sekda setelah pejabat sebelumnya memasuki masa purnatugas. Sekda memiliki peran vital dalam memastikan roda pemerintahan berjalan baik. Pejabat harus ingat bahwa tugas kita adalah melayani masyarakat, bukan sebaliknya,” tegas Ardani.
Ia juga berharap Pj Sekda yang baru dapat segera melakukan konsolidasi internal dan memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah, sehingga program-program pembangunan yang telah direncanakan dapat berjalan optimal.













