Saat ini, pengembangan spot air minum isi ulang masih difokuskan di Candrabaga dan akan diperluas ke sejumlah titik lainnya, seperti Danau Duta, Kalimalang, serta lingkungan sekolah.
“Nanti juga akan kita optimalkan di sekolah-sekolah, supaya pendidikan pengurangan sampah plastik bisa dimulai dari anak-anak sejak dini,” ungkap Tri.
Ia menambahkan, kehadiran air minum isi ulang berbayar di sekolah diharapkan dapat membiasakan siswa membawa tumbler sendiri, sekaligus mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
“Sekarang anak sekolah cukup membawa 500 perak, sudah bisa mendapatkan hampir 1,8 liter air minum,” pungkasnya.(Rani M)













