Seiring surutnya banjir, Pemerintah Kabupaten OKI mengalihkan fokus penanganan dari evakuasi darurat ke pemulihan pascabanjir, terutama pada aspek kesehatan masyarakat. Bupati OKI H. Muchendi menegaskan, fase pascabanjir justru memiliki risiko kesehatan yang tidak kalah besar.
“Surutnya banjir menandai fase baru penanganan bencana, yakni pemulihan pasca genangan,” ujar Muchendi saat meninjau Desa Cahya Tani, Lempuing.
Ia mengingatkan, paparan air kotor, lingkungan lembap, serta sanitasi yang belum sepenuhnya pulih berpotensi memicu penyakit kulit, infeksi, hingga gangguan kesehatan lain, terutama pada anak-anak dan lanjut usia.
Kepala Desa Cahya Tani, Yasin, mengatakan sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan ringan. “Ada warga yang mengeluh gatal-gatal, tapi sudah dilayani tenaga kesehatan. Sebagian warga lainnya sudah kembali beraktivitas normal,” ujarnya.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Muchendi meminta layanan kesehatan tetap siaga dan hadir langsung di wilayah terdampak. Tenaga medis diminta melakukan pemeriksaan dasar, memantau kelompok rentan, serta menyediakan obat-obatan sesuai kebutuhan.













