Kapolri juga menyinggung dinamika global yang saat ini dinilai tidak dalam kondisi baik dan berpotensi memberikan implikasi terhadap situasi dalam negeri. Oleh karena itu, menurutnya, soliditas dan persatuan nasional menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut.
“Kita tentunya harus terus bersiap-siap menghadapi implikasi dari dampak global dan tentunya kita butuh persatuan dan kesatuan,” katanya.
Di sisi lain, Sigit memastikan bahwa institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap memberikan ruang kepada mahasiswa dan pemuda untuk menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari praktik demokrasi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat utama bagi keberlangsungan pembangunan nasional.
“Di satu sisi ada titik di mana kita harus bersatu, bahu-membahu menjaga agar negara ini tetap bisa bertumbuh dengan baik, karena stabilitas kamtibmas menjadi salah satu modal utama untuk melaksanakan pembangunan,” ucapnya.













