POLRI  

Densus 88 Ingatkan Generasi Muda Bekasi, Cegah Media Sosial Jadi Pintu Radikalisme

Senada dengan itu, Wakil Pimpinan III DPRD Kota Bekasi Puspa Yani menyebut generasi muda sebagai aset masa depan bangsa yang harus dilindungi dari berbagai pengaruh negatif di era digital.

“Melalui kegiatan ini diharapkan generasi muda semakin memahami nilai toleransi, kebhinekaan, dan semangat persatuan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh paham intoleransi dan radikalisme,” katanya.

Dalam sesi pemaparan materi, Guru Besar Universitas Padjadjaran Prof. Muradi menjelaskan bahwa Kota Bekasi sebagai wilayah penyangga ibu kota memiliki masyarakat yang sangat heterogen sehingga rentan terhadap masuknya paham ekstrem. Ia menekankan pentingnya kesadaran, deteksi dini, serta pembentukan komunitas positif di kalangan pemuda.

Sementara itu, Prof. Cecep Darmawan menyoroti peran media digital yang mempercepat penyebaran ideologi, termasuk ideologi ekstrem yang dapat mengancam kehidupan demokrasi dan keberagaman.

“Generasi muda sering menjadi target utama penyebaran ideologi ekstrem karena mereka sangat aktif di ruang digital dan berada dalam fase pencarian identitas,” jelasnya.

Dari sisi keamanan, Kompol Teguh Prakosa dari Satgaswil DKI Jakarta Densus 88 AT mengungkapkan bahwa saat ini terdapat ancaman ideologi ekstrem global seperti Neo-Nazi dan White Supremacy yang mulai menyasar remaja Indonesia melalui komunitas digital seperti True Crime Community (TCC).

Baca Juga :  Polda Metro Jaya didik 852 siswa jadi polisi yang profesional