Ketua FORJUBES OKI, Nurmuin, menyampaikan bahwa gagasan pembangunan demplot lahir dari keinginan untuk menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan karhutla yang selama ini menjadi tantangan besar di Kabupaten OKI.
Menurutnya, pendekatan pencegahan melalui pemanfaatan lahan gambut secara produktif perlu didorong karena memberikan manfaat ganda, yakni menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Demplot ini bukan hanya tentang pertanian, tetapi juga bagaimana menghadirkan model pencegahan karhutla yang melibatkan masyarakat secara langsung melalui kegiatan ekonomi produktif,” ujarnya.
Sementara itu, peserta rapat sepakat bahwa langkah berikutnya adalah melakukan identifikasi lokasi, penyusunan konsep teknis, serta pelibatan Gapoktan sebagai mitra utama dalam pengelolaan demplot.
Apabila berhasil, program ini diharapkan menjadi percontohan pengelolaan lahan gambut berkelanjutan di Kabupaten OKI yang mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. (budi)













