Melalui program ini, PAR berfokus pada empat tujuan utama:
1. Diversifikasi polinator, melalui pengembangan kompleks beberapa spesies serangga penyerbuk di ekosistem kelapa sawit.
2. Penguatan ketahanan ekologis, dengan mempelajari kemampuan dan respons masing-masing spesies terhadap kondisi lingkungan perkebunan.
3. Integrasi riset dan praktik perkebunan, melalui pemantauan populasi, perilaku, dan efektivitas penyerbukan secara terukur.
4. Menjaga stabilitas produksi, dengan mendukung proses penyerbukan alami yang berkontribusi terhadap pembentukan buah (fruit set) dan kualitas tandan buah segar (TBS).
Pelepasan ini merupakan contoh bagaimana kolaborasi antara sektor swasta, peneliti, dan pemangku kepentingan perkebunan dapat menghasilkan langkah konkret di tingkat kebun.
“Introduksi serangga penyerbuk ini merupakan bagian dari komitmen PT Prime Agri Resources Tbk untuk terus mendorong inovasi berbasis sains dalam menghadapi tantangan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit. Kami melihat penguatan kompleks polinator bukan sekadar sebagai program introduksi spesies, tetapi sebagai investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem perkebunan yang lebih adaptif terhadap perubahan lingkungan dan dinamika iklim. Kami akan terus mendukung kolaborasi antara perusahaan, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk memastikan setiap tahapan program dilaksanakan secara bertanggung jawab, terukur, dan berlandaskan prinsip biosafety.”
— Dr. Dwi Asmono, Chief Technology Officer, PT Prime Agri Resources Tbk.
Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pelepasan serangga, tetapi juga pada pembangunan basis data dan pengetahuan mengenai interaksi antara tanaman, serangga penyerbuk, dan lingkungan perkebunan. Hasil pemantauan di lapangan akan menjadi bagian penting dalam menentukan efektivitas dan keberlanjutan program.









