Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan, penanganan karhutla harus diikuti dengan perhatian serius terhadap keselamatan personel. Menurut dia, personel tidak boleh mengambil risiko yang dapat membahayakan diri saat menjalankan tugas.
“Keselamatan personel adalah yang utama. Jangan mengambil risiko yang membahayakan diri. Setiap penanganan di lapangan harus memperhatikan situasi dan kondisi serta tetap mengutamakan keselamatan,” katanya.
Selain keselamatan personel, kata AKBP Eko, pencegahan juga menjadi kunci dalam menekan risiko karhutla. Patroli dan pemantauan di wilayah rawan perlu dilakukan secara konsisten sehingga potensi kebakaran dapat diketahui sedini mungkin.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Patroli dan pemantauan wilayah rawan perlu ditingkatkan, disertai koordinasi dengan masyarakat agar setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani,” ujarnya.







