Menurut dia, dampak karhutla tidak berhenti pada kebakaran lahan. Asap yang muncul dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
Karena itu, Muchendi meminta puskesmas memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai gejala gangguan kesehatan akibat paparan asap, seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, dan keluhan pernapasan lainnya.
“Puskesmas harus aktif mengedukasi masyarakat. Jangan sampai warga tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika kualitas udara memburuk dan mulai muncul keluhan kesehatan,” ujarnya.
Muchendi juga meminta masker dibagikan secara gratis kepada masyarakat di wilayah terdampak, termasuk kepada siswa dan sekolah.
Perlindungan terhadap anak menjadi perhatian karena mereka tetap menjalankan aktivitas belajar di tengah kondisi udara yang kurang baik.












