MUBA  

Ekonomi Minyak Rakyat di Muba: Menggiurkan, tapi Berisiko Tinggi

banner"400x100"title"400x100"

 

Muba, Sumsel9.com – Industri minyak rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) telah menjadi sumber penghidupan bagi ribuan warga. Bahkan, mereka yang hanya berperan sebagai pengumpul limbah minyak bisa meraup penghasilan hingga Rp 200 ribu per hari. Jika pengumpul limbah saja bisa mendapatkan angka tersebut, berapa keuntungan yang diraih pekerja pengeboran dan pemodal minyak?

Keuntungan Besar di Tengah Risiko Tinggi

Pengeboran minyak rakyat di Muba telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat. Beberapa kelompok utama dalam rantai ekonomi minyak rakyat ini meliputi:

1. Pengumpul Limbah Minyak

Mengambil minyak sisa atau limbah dari sumur rakyat.

Penghasilan mencapai Rp 200 ribu per hari dari penjualan minyak sisa.

2. Pekerja Pengeboran

Terlibat dalam operasional sumur minyak, dari pengeboran hingga penyulingan.

Gaji berkisar Rp 300 ribu – Rp 500 ribu per hari, tergantung produksi minyak.

3. Toke Minyak (Pemilik Modal)

Berperan sebagai pemodal dan pemilik sumur minyak rakyat.

Keuntungan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah per bulan, tergantung skala produksi dan jaringan pemasaran.

Baca Juga :  Pemasangan Plank/Bener Di Lahan Milik Perianto