Pungli Bervarian Disekolah SMA Negeri 1 Kandis Ogan Ilir Terkuak, APH Segera Usut Tuntas

Pasalnya untuk pengambilan ijazah, para alumni harus menguras kantong orangtua nya agar bisa mendapatkan ijazah, dengan nominal sejumlah 100 ribu rupiah, selain ijazah di saat perpisahan kemarin, pihak sekolah juga meminta uang perpisahan sebesar 50 ribu rupiah kepada murid kelas X dan XI.

banner"400x100"title"400x100"

Para alumni juga menyebutkan tidak hanya terjadi pada mereka saja persoalan tentang pengambilan ijazah, bahkan kelas X dan XI di mintai uang oleh pihak sekolah sebesar 50 ribu rupiah untuk meramaikan acara perpisahan kami yang di selenggarakan disekolah, “Ujar beberapa Alumni 2024 yang tidak mau di sebutkan namanya untuk di publikasikan.

Para alumni beserta wali murid juga meminta kepada aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa Kepsek SMA Negeri 1 Kandis dan jajarannya, karena selama ini banyak pungli yang dilakukan pihak sekolah beragam variasi,
Khususnya Anggota DPRD prov sumsel, komisi V bidang pendidikan harusnya mengevaluasi kinerja para oknum pejabat yang ada di Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Selatan, panggil, kira kira yang memberatkan walimurid dan siswa, masalah pungli, tolong di stop, apalagi ini masa kesusahan, “Cetusnya

” APH harus turun tangan untuk memeriksa pungli yang dilakukan oleh pihak sekolah SMAN 1 Kandis ogan Ilir, jika terbukti pidana kan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kandis, Heriyadi saat di konfirmasi oleh awak media ini melalui handphone mengatakan Ya yang bpk dugakan itu di kelola efran saat beliau wakakur, Kerja profesional dong pakai data akurat. Sejak awal anda ini main tebak-tebakan,” Ujarnya.

Baca Juga :  Diduga SPP Naik, Sejumlah Walimurid SMKN Sumsel Mengeluh