Pungli Bervarian Disekolah SMA Negeri 1 Kandis Ogan Ilir Terkuak, APH Segera Usut Tuntas

Pasalnya untuk pengambilan ijazah, para alumni harus menguras kantong orangtua nya agar bisa mendapatkan ijazah, dengan nominal sejumlah 100 ribu rupiah, selain ijazah di saat perpisahan kemarin, pihak sekolah juga meminta uang perpisahan sebesar 50 ribu rupiah kepada murid kelas X dan XI.

banner"400x100"title"400x100"

Sambung klarifikasi efran saat di konfirmasi menyebutkan semua yang dituliskan tidak benar, silahkan konfirmasi langsung kepada kepala sekolah,” Ucapnya.

Temi selaku guru bp angkat bicara mewakili heryadi dan efran , Kami izin klarifikasi bahwa yang Anda tuduhkan itu benar, ijazah itu di kelola oleh Komite Sekolah yang sudah berkesepakatan walimurid siswa kls XII yang disepakati 100 ribu itupun untuk poto copy ijazah, sampul dan pembantu cat lapangan olahraga,” pangkas guru bp.

Ketika informasi dari guru bp terdengar para Alumni soal pungli ijazah yang dilakukan sekolah, para alumni membantah penjelasan guru bp, dengan jujurnya menjawab tidak ada. “Tegasnya.

Sampai berita ini di tayangkan, mereka pihak sekolah, kepsek, wakepsek serta guru bp, kompak memblokir nomer wartawan yang sudah konfirmasi, akhirnya temi selaku guru bp bersuara disekolah, Katanya sekolah kita kemarin hampir dipanggil pihak aph, pak heri langsung manggil preman. (Red)

Baca Juga :  Melanggar PP 50 Tentang ASN, Diduga Kepala SMK N 4 Palembang Memiliki Istri Muda Di SMA N 5 Palembang