Penarikan uang seragam dan lain lain ini dilakukan bersamaan dengan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025, dimana jumlah siswa baru mencapai sekitar jumlah ratusan orang. Jika dikalkulasi, total pungutan tersebut mencapai Ratusan juta rupiah, Diduga hasilnya diraup oleh oknum kepala sekolah.
Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Jumat (6/9/2024) Kepala SMPN 60 Palembang, Emi mengatakan wajar saja kalau ekskul membayar, kita kan panggil pelatih nya dari luar, dari uang murid la kita kumpulkan, lalu bisa membayar pelatih. Ekskul itu tidak di paksakan yang mau saja, begitupun seragam P5 yang kita jual kepada walimurid. Ujarnya.
Emi juga memaparkan kalau waktu saat ppdb, memang ada seorang walimurid minta tolong ke guru untuk daftarkan anaknya masuk SMP ini, memakailah komputer sekolah, oleh karena wali tersebut tidak bisa mendaftarkan anaknya, tidak mengerti teknologi, wajar wajar saja walimurid memberi tanda terima kasih kepada guru yang bersangkutan, Paparnya.
Diakhir klarifikasi nya emi kepala SMPN 60 plg meminta kepada wartawan sumsel9.com agar tidak mempublish permasalahan ini yang ada di SMPN 60 plg,” pangkasnya.