MUBA  

Ekonomi Minyak Rakyat di Muba: Menggiurkan, tapi Berisiko Tinggi

banner"400x100"title"400x100"

Pemerintah, BUMN migas, dan pihak swasta harus duduk bersama mencari solusi terbaik. Jika tidak segera diatur, industri minyak rakyat yang seharusnya menjadi berkah bisa berubah menjadi bencana yang terus berulang.

Pj Bupati Muba H Sandi Pahlepi di massa ia menjabat menegaskan bahwa pengeboran minyak ilegal harus ditangani serius karena berdampak negatif pada lingkungan dan keselamatan masyarakat. Terlebih, insiden ledakan yang mencemari Sungai Dawas menjadi bukti nyata bahaya yang mengintai.Hal ini di utarakan saat Forkopimda sowan ke Menteri ESDM dalam hal ini di wakili oleh
Sekda Muba H Apriyadi Mahmud bersama petinggi lainnya di Muba

Menurutnya, Pemkab Muba telah menyiapkan konsep tata kelola yang mencakup:

Keselamatan kerja dan kontrak jasa.

Penguatan kapasitas kelompok masyarakat.

Akses pemodalan dan kredit lunak bagi pemilik sumur minyak.

Ia berharap pemerintah pusat segera mengakomodasi tata kelola ini dengan merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2008 atau menerbitkan regulasi baru sebagai pedoman dalam pengelolaan sumur minyak masyarakat.

Kapolres Muba, AKBP Listiyono Dwi Nugroho, SIK, MH, juga kerap menggaungkan raziah penertiban kasus tambang ilegal beberapa hari lalu, beliau mengapresiasi langkah sukarela warga Desa Tanjung Dalam yang menutup dan membongkar sumur minyak ilegal mereka. Ia berharap tindakan ini diikuti oleh pemilik sumur ilegal lainnya tanpa harus melalui penegakan hukum.

Kapolres Listiyono menegaskan bahwa penutupan sumur ilegal tidak hanya untuk kepentingan hukum, tetapi juga demi melindungi lingkungan dan keselamatan jiwa manusia. Oleh karena itu, dukungan pemerintah dalam menyediakan alternatif usaha legal sangat diperlukan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada kegiatan pengeboran dan penyulingan ilegal.

Penanganan aktivitas pengeboran minyak ilegal di Muba tidak bisa dilakukan secara spontan tanpa solusi bagi masyarakat. Regulasi yang jelas, penegakan hukum yang tegas, serta penyediaan alternatif ekonomi harus berjalan beriringan. Jika tidak, masalah minyak rakyat akan terus menjadi polemik tanpa akhir.

Baca Juga :  Agus Andrianto: Lebih Baik Tak Berprestasi, Asal Tak Buat Masalah

Kini dengan pemimpin baru yang notabene berkecimpung dengan minyak rakyat,semoga Bapak H Toha Tohet dapat menuntaskan semua polemik yang ada di masyarakat terkait minyak rakyat.

(Tim)