MUBA  

Aset Jadi Produktif: Strategi Pemkab Muba Perkuat Ekonomi Kerakyatan dengan memanfaatkan aset terbengkalai

Kepala BPKAD Muba, Riki Junaidi AP MSi, menjelaskan bahwa pada tahap awal telah ditanam sebanyak 270 bibit kelapa sawit di beberapa titik, termasuk kawasan belakang Stable Berkuda Sekayu dan Perumahan PNS. Selain itu, 10.000 benih ikan lele ditebar di kolam pemanfaatan aset daerah.

Menurutnya, langkah ini menjadi contoh pengelolaan aset berbasis produktivitas.

“Program ini bukan hanya untuk menjaga aset tetap aman, tetapi juga meningkatkan nilai guna sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” jelas Riki.

Pemkab Muba juga berencana memperluas program serupa hingga ke tingkat desa. Setiap desa didorong memanfaatkan lahan kosong minimal 5–10 hektare untuk ditanami komoditas produktif seperti kelapa sawit atau tanaman pangan lainnya.

Jika dikelola secara konsisten dan profesional, pola ini berpotensi:
– Membuka lapangan kerja baru
– Menambah pendapatan desa
– Mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu
– Mendorong kemandirian ekonomi masyarakat

Tak hanya skala besar, Pemkab Muba juga menggerakkan pemanfaatan pekarangan rumah melalui program “Bantu Umak”. Masyarakat didorong menanam sayuran di halaman rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Baca Juga :  Jalan Keluang – Dawas Rusak Parah, Warga Swadaya Atur Lalu Lintas: Tindakan Pemerintah ditunggu pengguna Jalan?