Fenomena El Nino dengan intensitas tinggi atau yang disebut “Godzilla” berpotensi menyebabkan kekeringan berkepanjangan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, khususnya pada wilayah dengan karakteristik lahan gambut seperti di Sumatera Selatan.
Berdasarkan data operasional Triwulan I Tahun 2026, Polda Sumsel telah mendeteksi ratusan titik panas dengan luas lahan terbakar puluhan hektare. Kondisi ini menjadi indikator penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat langkah mitigasi sejak dini.
Sebagai bagian dari implementasi program Presisi Polri, Polda Sumsel telah melaksanakan ribuan kegiatan mitigasi karhutla, termasuk patroli terpadu, pemantauan titik panas berbasis data cuaca, serta sinergi dengan instansi terkait dalam sistem peringatan dini.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa langkah antisipasi menjadi prioritas utama. “Kami tidak menunggu bencana terjadi. Polda Sumsel bersama seluruh instansi terkait akan terus memperkuat kesiapsiagaan berbasis data dan sinergi lintas sektor guna melindungi masyarakat,” tegasnya.













