Yang membedakan, kegiatan nonfisik digarap serius. “Kami ingin masyarakat tidak hanya punya akses, tapi juga kapasitas,” ujarnya. Salah satunya lewat penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, serta peningkatan kapasitas masyarakat.
*- Kesehatan Masuk Agenda Pembangunan*
Di balai desa yang disulap jadi ruang kelas dadakan, puluhan ibu-ibu dan bapak tani duduk berbaris rapi. Materi penyuluhan kesehatan disampaikan tim kesehatan TMMD bersama Puskesmas Mesuji Makmur. Topiknya Prolanis diabetes melitus dan hipertensi yang disampaikan oleh dr. Asa Salsabila.
Kegiatan ini tidak berhenti di teori. TMMD juga menggelar bakti sosial dan pelayanan kesehatan gratis. Warga bisa cek tensi, konsultasi gizi anak, sampai dapat obat ringan tanpa biaya. Bagi warga yang sehari-hari sibuk di sawah, layanan ini memangkas jarak dan waktu ke fasilitas kesehatan.
*- Jalan Bagus, Badan Sehat: Harapan Warga*
Suyatno, 45 tahun, petani setempat, mengaku senang. Selama ini akses ke lahan dan pasar jadi kendala utama, terutama musim hujan. “Kalau jalan ini sudah bagus, kami lebih mudah membawa hasil panen ke pasar,” katanya.













