Tapi ia juga sadar, percuma hasil panen lancar kalau badan sakit-sakitan. Karena itu ia ikut penyuluhan sampai selesai. “Dikasih tahu soal air bersih, jamban sehat, sama makanan buat cucu biar tidak pendek. Penting itu,” tambah Suyatno.
*- Dampak Jangka Panjang*
TMMD ke-128 di Pematang Sukatani dirancang memberi dampak ganda. Infrastruktur membuka isolasi ekonomi. Edukasi kesehatan menekan angka sakit dan biaya berobat. Kombinasi ini yang diharapkan membuat warga makin berdaya, bukan sekadar jadi penonton pembangunan.
Kepala Desa Pematang Sukatani menyebut, kolaborasi TNI dan warga dalam TMMD membuktikan pembangunan terbaik adalah yang menyentuh kebutuhan dasar. “Kami tidak hanya dapat jalan, tapi juga ilmu. Itu modal paling mahal,” ujarnya.
Dengan sisa waktu pelaksanaan TMMD, posko kesehatan dan penyuluhan masih akan digelar bergilir di tiap dusun. Targetnya, sebelum TMMD ditutup, semua warga sudah dapat bekal hidup sehat.













