Di Desa Pematang Sukatani, Satgas TMMD tinggal di rumah-rumah warga selama sebulan penuh. Selain mengerjakan sasaran fisik, mereka juga menggelar penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, dan pertanian.
Kepala Desa Pematang Sukatani, Kamaluddin, menyebut dampak TMMD sangat terasa.
“Mushollah yang dulu terbengkalai kini mulai diperbaiki. Tapi yang lebih penting, warga jadi kompak. Ada tentara di sini, semangat gotong royong hidup lagi.”
*Penutup: Piring Kosong, Hati Penuh*
Makan siang itu berakhir dengan gelak tawa dan piring-piring kosong. Namun bagi warga dan personel Satgas, yang terisi justru rasa persaudaraan. TMMD di Pematang Sukatani membuktikan: pembangunan paling kokoh adalah yang dimulai dari duduk sejajar, makan sepiring, dan tertawa bersama. (budi)













