Namun hingga saat ini, mahasiswa menilai belum ada tindak lanjut maupun kepastian dari hasil audiensi tersebut. Bahkan, mahasiswa mengaku kesulitan melakukan komunikasi lanjutan dengan pihak pemerintah daerah.
Ketua IKPM Muratara Yogyakarta menyampaikan bahwa nomor WhatsApp miliknya diduga telah diblokir oleh Bupati Muratara, sehingga komunikasi terkait aspirasi mahasiswa menjadi terhambat.
“Kami hanya ingin memperjuangkan wadah dan kenyamanan bagi mahasiswa Muratara di Yogyakarta. Sampai hari ini belum ada kejelasan mengenai anggaran asrama maupun kontrakan mahasiswa. Kami kecewa karena komunikasi pun seakan tertutup,” ujarnya ketua ikpm (ALFIN RIZKI HERNANDA)













