“Manajemen risiko bukan sekadar menghindari permasalahan, tetapi bagaimana kita mampu mengenali potensi risiko sejak awal, menyusun langkah mitigasi, serta memastikan setiap program dan kegiatan berjalan sesuai target dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan profesionalisme,” kata Kompol Yusuf Solehat.
Ia menegaskan, penerapan manajemen risiko harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap personel, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif. Dengan cara itu, setiap keputusan yang diambil akan lebih terukur dan mampu mendukung tercapainya tujuan organisasi.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, SH, SIK, MH mengatakan, manajemen risiko merupakan instrumen penting dalam memperkuat tata kelola organisasi Polri yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, setiap personel harus memiliki kepekaan dalam mengidentifikasi potensi risiko sebelum berkembang menjadi persoalan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas.







