Namun, dalam pelaksanaan pemadaman di lapangan masih terdapat sejumlah kendala. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sumber air, khususnya ketika lokasi kebakaran berada jauh dari sumber air.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kodim memperkuat sinergi dengan Manggala Agni dan BPBD. Apabila peralatan yang dimiliki Kodim belum mencukupi, maka unsur-unsur tersebut akan bergabung sehingga proses pemadaman dapat dilakukan secara lebih efektif.
Manggala Agni juga memiliki dukungan berupa pompa portable dan selang dengan jangkauan lebih panjang, yang sangat membantu dalam menjangkau titik api yang berada jauh dari sumber air.
Dandim Ingatkan Keselamatan Personel
Dalam pelaksanaan operasi di lapangan, Dandim juga menekankan pentingnya keselamatan seluruh personel yang terlibat. Baik TNI, Manggala Agni maupun BPBD diminta tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan pengaturan pola penanganan kebakaran.
Dandim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang selama ini telah bekerja di lapangan.
“Terima kasih kepada seluruh personel TNI, Manggala Agni maupun BPBD atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam penanganan Karhutla. Tetap jaga keamanan, kesehatan dan atur pola penanganan dengan baik. Jangan sampai dalam pelaksanaan tugas justru terjadi kerugian personel,” tegasnya.
Menurutnya, pemadaman Karhutla bukan hanya bagaimana api dapat dipadamkan, tetapi juga bagaimana seluruh proses dilakukan secara terukur sehingga tidak menimbulkan risiko terhadap keselamatan petugas.







