Ia mengapresiasi semangat personel gabungan dan masyarakat yang tetap berada di lapangan meski menghadapi berbagai keterbatasan.
“Medan boleh sulit, sumber air terbatas, dan komunikasi tidak selalu lancar. Namun semangat untuk memadamkan api tidak boleh padam,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebakaran di lahan gambut berpotensi meluas dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan.
Hari itu, perang melawan karhutla berlangsung dari dua arah: dari udara untuk menemukan titik api, dan dari darat untuk menjinakkannya. (budi)







