Ogan Ilir, Sumsel, Sumsel9.com – Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang setiap musim kemarau di sejumlah kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) mendapat sorotan dari tokoh masyarakat Ogan Ilir (OI), Azmi A Hadi, yang juga merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir.
Azmi menilai, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman ketika api sudah terlanjur membesar. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah strategis dan berkelanjutan dengan mengatasi persoalan lahan yang selama ini menjadi objek kebakaran.
Ia mendorong Gubernur Sumatera Selatan beserta para bupati di wilayah Sumsel agar mengevaluasi pola penanganan karhutla yang selama ini dilakukan. Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah mengubah lahan-lahan yang rawan terbakar menjadi lahan produktif sesuai dengan kondisi dan karakteristik wilayah.
“Setiap musim kemarau, kebakaran seperti ini terus berulang di beberapa kabupaten di Sumsel. Kita tahu, kalau api sudah membesar, tidak mudah untuk memadamkannya. Pemerintah harus berani mengambil langkah pencegahan yang lebih mendasar, bukan hanya sibuk memadamkan api setiap tahun,” ujar Azmi A Hadi.
Menurut Azmi, lahan yang rawan terbakar perlu dipetakan dan dikaji pemanfaatannya. Apabila memungkinkan secara teknis, ekologis, dan sesuai ketentuan hukum, lahan tersebut dapat dikembangkan menjadi persawahan, perkebunan, tanaman palawija, atau komoditas produktif lainnya.













