Muchendi mengakui, luasnya kawasan gambut dan sulitnya akses menjadi tantangan dalam pengendalian kebakaran. OKI memiliki sekitar 809.274 hektare kawasan gambut, atau sekitar 47 persen dari luas wilayahnya. Kondisi tersebut menuntut dukungan personel, sarana pemadaman, dan upaya pencegahan yang berkelanjutan.
“Keterbatasan bukan alasan, tetapi tantangan yang menjadi tanggung jawab untuk terus diperbaiki,” ujarnya.
Untuk menekan risiko kebakaran berulang, Pemkab OKI mendorong penataan tata air berbasis Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG), pemantauan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT), serta integrasi data ke *Command Center*. Sistem ini diharapkan membantu mendeteksi penurunan muka air gambut dan memberikan peringatan dini sebelum kebakaran terjadi.
Muchendi juga menyampaikan terima kasih kepada personel TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan dan desa, perusahaan, serta masyarakat yang terlibat dalam penanganan di lapangan.
## Herman Deru Apresiasi Capaian Pembangunan OKI
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, peringatan HUT OKI tahun ini sengaja dilaksanakan tanpa kemeriahan hiburan karena pemerintah harus memprioritaskan penanganan karhutla.







