“Tiba-tiba kami dikejar, disuruh menghapus video dan diintimidasi. Karena kami berusaha menyelamatkan handphone, sebab bukti-bukti ada di situ, kami malah dianiaya,” ungkap salah seorang wartawan.
Sementara itu, Yola Dwi Rosdiana mengaku mengalami intimidasi ketika berusaha menyelamatkan diri dari situasi kericuhan. Ia menyebut langkahnya terhalang oleh puluhan orang yang berada di tengah kejadian tersebut.
“Saat kejadian, saya berusaha melarikan diri, tetapi dihalau oleh puluhan orang yang juga sedang memukuli wartawan lain. Hal itu menyebabkan saya terdorong dan terjatuh di tempat kejadian,” ujarnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi insan pers, khususnya terkait keselamatan jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan. SMSI Sumsel berharap aparat penegak hukum dapat menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum, sehingga kejadian serupa tidak terulang serta kebebasan pers tetap terjaga. (smsioki)













