Kepada tim beberapa awak media melakukan investigasi dilapangan, seorang walimurid kelas 12 yang ditemui di sebuah warung desa pada 1 September 2024 mengungkapkan kekhawatirannya.
“Sekolah meminta sumbangan Rp123.000 per siswa dengan alasan pembangunan ruang kelas dan pagar sekolah. Menurut saya, ini sudah mengarah pada pungli,” ungkapnya.
Tidak hanya satu sumber, seorang ibu rumah tangga yang juga wali murid, membenarkan hal tersebut. “Saya hadir dalam rapat komite pada 29 Agustus 2024 lalu, dan benar, pihak sekolah meminta sumbangan sebesar Rp123.000 per siswa untuk pembangunan ruang kelas dan pagar sekolah,” ujarnya.