Dansatgas TMMD Letkol Inf. Gunawan Wibisno. menyebut, sasaran fisik TMMD tahun ini memang jalan. Tapi yang dibangun lebih dari itu. “Kami tidur di rumah warga, makan bareng. Saya diajari Mak Ijah cara nyadap karet yang benar,” ujarnya sambil tertawa. Tiap sore, tenda posko TMMD jadi tempat ngumpul. Anak-anak belajar, bapak-bapak diskusi, tentara jadi tempat curhat.
Pengerjaan jalan 6 km ini melibatkan personel TNI dan warga desa Pematang Sukatani yang bergiliran gotong royong. Cangkul bertemu sekop, seragam loreng berbaur dengan kaos oblong basah keringat. Tak ada pangkat di sini. Yang ada cuma target: sebelum TMMD ditutup, jalan harus tembus.
Sore ini, dozer terakhir merapikan badan jalan. Debu kembali mengepul, tapi kali ini membawa harapan. Di ujung jalan 6 km itu, bukan hanya Desa Pematang Sukatani yang terbuka aksesnya. Tapi juga masa depan. (budi)













