Sekitar 50 peserta aksi yang dipimpin Setiawan Jhordy dan Abdul Jalil mulai berkumpul sejak pukul 11.00 WIB. Untuk mengawal jalannya kegiatan, Polres OKI menerjunkan personel pelayanan dan pengamanan yang dipimpin Kabag OPS polres OKI Kompol Ricky Mozam, S.H., M.H., didampingi sejumlah pejabat Polres OKI bersama personel dan Satpol PP.
Di hadapan DPRD OKI, massa menyampaikan delapan poin tuntutan. Di antaranya meminta adanya regulasi yang memberikan prioritas bagi pemuda lokal dalam pelatihan kerja, program magang, dan rekrutmen tenaga kerja di perusahaan yang beroperasi di OKI. Massa juga mendesak adanya kewajiban bagi perusahaan untuk memberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan kepada para pekerja.
Selain isu ketenagakerjaan, massa turut menyoroti kondisi infrastruktur di wilayah desa tertinggal, kelangkaan pupuk subsidi, nasib guru honorer, hingga realisasi program seragam gratis bagi pelajar. Mereka juga meminta DPRD OKI mengawal rencana pemekaran wilayah serta memperkuat sistem keamanan daerah.













